Kalau Anda generasi 80 - 90an mungkin masih mengingat kata itu, yang tak lain adalah judul program Siaran Bersama TVRI dan TV Malaysia.. Nah kali ini adalah "Titian Muhibah" versi WPAP. Yah saya baru saja kedatangan tamu dari negeri Jiran, Malaysia. dan akhirnya bertemulah di acara Workshop WPAP yang di gelar Mas Musri Ali (Versi Malang mas MURSI) bersama bataliyon WPAP Tanjung, Paiton.
Adalah sahabat Facebook ) saya, Angeline Anuar alias Mrs, Ahmad Riduan, yang tertarik dengan WPAP dan ingin tahu lebih banyak, sekaligus memberi wawasan tambahan untuk Fahmi, sang desainer di pusat cetak digital yang mereka kelola.
Kebayang nggak sih, WPAPer kelas pemula susah naik kelas, seperti saya tiba-tiba ada orang bilang pengen belajar dan melihat gallery karya saya ? waduh nyempil di otak saja belum pernah... Galery apa ?,hanya 3 karya saya yang saya cetak dan dipajang hahah. Saya jadi salah tingkah, nyaris saya tolak. Lho kenapa ?. Bayangkan sesorang datang dari tempat yang jauh, dengan biaya sebegitu mahalnya, untuk belajar, lalu hanya mendapat secuil wawasan dari seorang pemula, bukan ahlinya, belum master ?.. Not Fair doesn't it ?. Berhari-hari saya memikirkan menimbang.
Sampai saya nekat memberanikan diri meloby Mas Itock Soekarso, Komandannya-nya WPAP Community United, alias Pusat WPAP di Jakarta sana, sambil saya tembusi ke Founder Wedha Abdul Rasyid (karena terang-terangan mau minta tidak berani), seminggu baru saya dapat jawaban... "Okey ACC, silahkan datang ke Jakarta". dan dua hari kemudian Pakde Wedha, menyalakan lampu hijau... wow Plong.
Dan Mas Musri Ali pun setelah maju mundur menyusun jadwal, positif mengabarkan Workshop akan di gelar 25-26 Maret 2016.. Duh Gusti... semua tertata sedemikian rupa, klir sudah..
Dan akhirnya tibalah hari itu, saya ke airport Abdul Rahman Saleh, Malang, dan menjumpai 3 orang di kursi tunggu, mereka adalah Ahmad Riduan dan istrinya Angelina Anuar, dan Fahmi, sang designer CETAK KAYU, Selangor, Malaysia... dan saya kaget begitu ketemu karena ternyata Mrs. Riduan ini sedang hamil 7 bulan, waduh... jadi tegang saya, takutnya di jalan kecapekan terus kenapa-kenapa, maklum turun dari pesawat, langsung lanjut ke Paiton, yang kurang lebih masih 4 jam perjalanan !!!,
Setelah ber-say Hello.. dengan Bahasa Inggris saya yang super darurat dan 'sak teka-tekane' dicampur grogi secukupnya, maka jadilah komunikasi yang lumayan nyambung... finally merekapun saya bawa menyusuri jalanan Malang Raya yang di tiap sekian ratus meter banyak Tentara dan Polisi berjaga, Lho ? iya ternyata pada jam yang sama bertepatan dengan kunjungan Presiden RI ke Malang... sempet juga di salip sama rombongan presiden, saking begonya cuma melongo, baru nyadar mau moto eh Pak Presiden sudah ngacir amsyong.. dan kami pun melanjutkan perjalana menuju Paiton, Probolinggo, tempat Workshop di gelar..
Dan seperti apa kemeriahan Workshop terheboh se Indonesia ini (taelaaaa) ikuti di tulisan saya berikutnya. Nah ini dia reportase grafik dari Titian Muhibah 2016...
Teriring ucapan terima kasih kepada Bapak Wedha Abdul Rasyid, Komandan Itock, Bang Musri Ali, dan teman-teman Chapter Probolinggo untuk segala bantuan dan sambutan yang luar biasa...
Bersiap Berangkat ke Jakarta
Akhirnya Mereka samapai Jakarta
Berkunjung ke Pop Art Cafe
Bertemu langsung Founder
Inilah tamu saya, berpose di depan VW Kombi terseksi sedunia
Bersama Komandan Batiliyon WPAPer Probolinggo, Mr. Musri Ali
Surprized, dapat cindera mata, tak terduga.. di depan para Master Guru saya, great !!! thanks friend
(Dari Kiri : Musri Ali, Indra RIsky, Amir Machmud, Fahmi, Aku, Tony Agustian, Ahmad Riduan, Angelina)
Farewel Dinner ... terima kasih kunjungannya semoga someday ketemu lagi
Kado keil yang tertinggal
Dan buat Angie, semoga tidak mengecewakan, dan terima kasih untuk apresiasinya pada karya saya yang sebenenarnya belum seberapa..semoga kunjunganmu mendapatkan manfaat seperti yang diharapkan.
Last but not least... Thanks WPAP, menjadikan saya punya banyak sahabat dari seluruh penjuru dunia... meski saya sebenarnya hanyalah orang biasa dan tinggal di pedesaan, alias wong ndeso, kesa-keso..










0 comments:
Post a Comment